Search This Blog

Loading...

Introduction

Bermula dari dirangkai. Titik demi titik dirangkai menjadi garis. Garis demi garis dirangkai menjadi huruf. Huruf demi huruf dirangkai menjadi kata. Kata demi kata dirangkai menjadi kalimat. Kalimat demi kalimat dirangkai menjadi alinea.

Tuesday, August 19, 2014

What Diah Has Mini-Researched: Kiat-Kiat Merawat Bayi untuk Ibu Penyandang Disabilitas

Perhatian dan perawatan terus-menerus pada bayi baru lahir bisa melelahkan dan membuat frustasi. Terlepas dari disabilitas, setiap ibu tergantung pada sanak saudara, teman dan pengasuh dalam merawat bayi. Jika sehari-hari kita memerlukan bantuan orang lain dalam beraktivitas berarti kita juga memerlukan bantuan orang lain dalam memberikan perawatan dan kebutuhan bayi. Sebagai contoh, jika kita menderita kelelahan, memiliki mobilitas terbatas di tubuh bagian atas atau kelainan berarti kita memerlukan bantuan ekstra dalam melakukan tugas seorang ibu.

MENYUSUI

Dalam hal menyusui, beberapa ibu penyandang disabilitas memerlukan bantuan orang lain untuk menggendong bayi dengan posisi yang benar. Kita harus bisa menemukan setidaknya satu posisi yang nyaman untuk menyusui baik untuk diri kita sendiri maupun bayi. Ada yang merasa lebih mudah menyusui jika duduk di kursi atau tempat tidur dimana kita bisa sedikit bersandar dan bayi bisa tertopang dengan baik. Selain itu perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jika kita memiliki lengan dan tubuh bagian atas yang sehat, pasti menyusui bayi bukan masalah. Hanya saja perhatikan posisi bayi, khususnya kepala bayi, agar tertopang dengan baik.
2. Jika kita menggunakan lengan dan tubuh bagian atas secara terbatas, maka posisi nyaman untuk menyusui, antara lain:
a. Taruh bantal atau beberapa gulungan kain di bawah bayi, seperti gambar di bawah ini: 

b. Berbaring miring dengan bayi yang ditopang bantal atau gulungan kain di samping kita, seperti gambar di bawah ini:
 
3. Jika kita tidak bisa menggunakan tangan dan tubuh bagian atas, kita bisa meminta bantuan dari sanak saudara untuk menggendong bayi secara benar.

4. Jika kita kesulitan memegang payudara, kenakan bra yang memiliki lubang di sekitar puting. Nursing bra dikenakan untuk mempermudah menutup dan menyingkap puting untuk menyusui. Atau kita bisa mengebat sekitar dada dan payudara dengan kain yang dilubangi di bagian puting dan mengikat gulungan kain panjang di bawah payudara.

MENYUAPI

Jika bayi telah berumur enam bulan, kita bisa memberikannya makanan selain ASI. Dalam hal menyuapi bayi, perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jika kita tidak bisa melihat dengan baik, kita bisa menyuapinya dengan tangan dan sendok kecil dengan cara berikut ini:
a. Dengan tangan, suapi makanan yang ukurannya kira-kira tidak melebihi kacang polong;
b. Dengan sendok kecil, dengan salah satu tangan taruh makanan ukuran kecil ke sendok kecil. Pegang bagian yang dekat dengan ujung bulatan sendok dan bersihkan sisa makanan yang ada di sendok kecil dengan jari yang lain dari tangan yang sama. Dengan tangan yang lain pegang dagu bayi. Gunakan ibu jari sebagai penuntun untuk memasukkan sendok kecil ke dalam mulut.
2. Jika kekuatan dan koordinasi tubuh bagian atas kita terbatas, kita bisa duduk di samping bayi sambil menyuapinya. Jika kita tidak bisa menyuapinya sendiri, kita bisa duduk di sampingnya sedekat mungkin dan mengajaknya mengobrol ketika orang lain menyuapinya. Jadi, seolah-olah kita yang menyuapinya.

MENENANGKAN

Penting bagi seorang ibu menenangkan bayi yang sedang sedih atau bosan. Jika bayi mulai menangis dan kita tidak bisa segera menghampirinya, seseorang bisa menggendong dan memberikannya kepada kita sehingga bayi bisa melihat wajah dan mendengar suara kita, meskipun kita tidak bisa mengangkat dan menggendongnya. Dalam hal menenangkan bayi, perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jika kita tidak bisa menggunakan lengan atau menggendong bayi,
a. Seseorang bisa menggendong bayi di samping kita sehingga bayi bisa mendengar suara dan mengenal bau tubuh kita, seperti gambar di bawah ini, atau,
b. Seseorang bisa duduk di belakang kita dan menggendong bayi yang ada dihadapan kita sehingga bayi bisa tenang saat mendengar suara kita, seperti gambar di bawah ini:
2. Jika kita tidak bisa mendengar dengan baik, kita harus tetap sedekat mungkin dengan bayi sehingga kita bisa melihatnya jika sedang membutuhkan perhatian. Di malam hari, sedekat mungkin kita tidur di samping bayi sehingga kita bisa merasakan gerakannya. Di siang hari, terus-menerus dekatkan bayi ke diri kita. Kita harus lebih sering menggendongnya untuk mengetahui perasaannya. Dengan mengetahui bau tubuh dan rasa serta dan suara kita, bayi akan merasa dekat dan aman bersama kita.
3. Jika kita menggunakan bahasa tubuh, gunakan bahasa tubuh dalam berkomunikasi dengan bayi, meskipun dia bukan penyandang tuna rungu karena hal ini merupakan satu-satunya cara berkomunikasi dengannya seumur hidup. Selain itu, biarkan bayi menghabiskan waktu bersama sanak saudara dan teman yang bukan penyandang tuna rungu agar dia bisa belajar berbicara.
4. Jika bayi rewel, biasanya terjadi di beberapa minggu pertama, kita bisa menenangkannya dengan memberikan ASI, bernyanyi, mengajak berbicara, menggendong dan menimangnya. Bayi rewel bisa membuat kita sangat lelah. Sang ayah, anggota sanak saudara dan pengasuh bisa membantu agar kita memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat.

MENEMANI TIDUR

Jika tidak bisa mendengar dan melihat dengan baik, kita bisa tidur di samping bayi agar sewaktu-waktu bayi bangun karena lapar dan popoknya kotor kita bisa segera memenuhi kebutuhannya tanpa harus bangkit dari tempat tidur. Begitu pula bagi kita yang kesulitan berjalan, simpan persediaan popok, kain dan pakaian bersih sedekat mungkin agar memudahkan kita mengganti popok dan baju bayi.

MENGENAKAN PAKAIAN

Semakin bayi tumbuh besar, semakin sulit kita mengenakan pakaiannya karena bayi menjadi lebih aktif dan bergerak lebih cepat. Pilih pakaian bayi yang mudah dikenakan dan dilepaskan. Sebagai contoh, ritsleting atau strip Velcro lebih cepat dibuka dibandingkan kancing. Khusus bagi kita yang bisa duduk  merasa aman untuk mengenakan pakaian bayi di atas tempat tidur atau meja. Namun, tidak bagi kita yang tidak memiliki keseimbangan dan kekuatan tubuh yang cukup.

MEMBERSIHKAN DAN MEMANDIKAN

Berikan bayi mainan ketika dibersihkan dan dimandikan untuk mengalihkan perhatiannya. Dalam hal membersihkan dan memandikan bayi, perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jika kita menggunakan tangan secara terbatas, kita bisa membersihkan bagian bawah dan alat kelamin bayi dengan mudah namun biasanya mengalami kesulitan dalam hal mengenakan popok, terutama yang menggunakan peniti. Kita bisa meminta bantuan dari sanak saudara atau pengasuh untuk melakukannya.
2. Jika kita tidak bisa membersihkan dan memandikan bayi sendiri, pastikan bayi dibersihkan dan dimandikan di samping kita sehingga bayi bisa mendengar dan melihat kita. 
3. Jika kita hanya memiliki satu lengan atau menggunakan lengan atau tangan secara terbatas, ketika bayi telah berumur sekitar satu bulan, kita bisa minta diajari cara mengenakan popok.
4. Jika kita tuna netra atau tidak bisa melihat dengan baik, perhatikan saran-saran berikut ini:
a. Jika ketersediaan air cukup banyak, pegang bayi dengan satu tangan dan bersihkan tinja dari bokong di dalam ember yang berisi air bersih kemudian tengkurapkan bayi  di atas ujung meja dan tuangkan air bersih ke bokongnya.
b. Jika ketersediaan air tidak cukup banyak, seka bokong bayi dengan kain tipis dan basah. Jangan gunakan kain tebal karena kita kesulitan merasakan letak tinjanya. Setelah itu, bersihkan kain dengan air dan sabun dan jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

MENGGENDONG

Menggendong bayi sulit bagi kita yang menggunakan lengan dan kaki secara terbatas. Sulit menjaga keseimbangan dan punggung bagian bawah bisa terasa sakit.  Pertama kali keseimbangan tubuh kita dipengaruhi oleh berat tubuh bayi. Namun, jika mulai menggendongnya sejak bayi masih kecil, kita akan terbiasa. Semakin bayi tumbuh besar dan berat, tubuh dan keseimbangan kita akan menyesuaikan dengan berat badan bayi. Selain itu, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jika kita menggunakan kruk atau tongkat untuk berjalan, akan lebih mudah menggendong bayi di punggung. 
2. Jika kita menggunakan lengan secara terbatas, gunakan gendongan di depan yang melingkar seimbang pada bahu kita sehingga tidak hanya bertumpu pada salah satu bahu dan lengan. 
Salah satu produk gendongan bayi yang dijual di Amazon.com
3. Jika menggunakan kursi roda, gendong bayi dengan cara menyelempangkan dan mengikat ambin ke pinggang sehingga kita tetap mudah menggelindingkan kursi roda. 
4. Jika menggunakan bahasa tubuh dalam berkomunikasi, kita juga bisa menggunakan ambin selempang untuk menggendong bayi agar tangan kita bebas bergerak.
5. Jika kita menyandang seizure, mungkinkan diri kita ditemani oleh orang lain. Jika tidak memungkinkan dan kita sendirian di rumah, buat rumah atau ruang seaman mungkin dan tempatkan bayi di sana. Jangan ajak bayi  jalan-jalan dan pastikan tidak ada kursi atau meja dengan tepi yang tajam. Dalam hal kita terserang seizure tiba-tiba dan bayi sendirian, bayi kita tetap aman sampai seizure kita pulih.

MENJAGA KESELAMATAN

Sangat sulit menjaga keselamatan bayi yang sedang belajar merangkak dan berjalan. Berlari dan berjalan memang baik untuk kesehatan bayi, namun kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jika kita tidak bisa bergerak dengan cepat, gunakan tali kekang bayi agar bayi tetap aman dan berada dalam jangkauan kita.
Salah satu produk tali kekang bayi yang dijual di Amazon.com
2. Jika penglihatan kita bermasalah atau kita tuna netra, kenakan kerincingan di pergelangan tangan atau kaki bayi agar kita selalu bisa mengetahui keberadaannya. Selain itu, ciptakan ruangan di mana bayi bisa bebas bergerak dan bermain tanpa melukai dirinya sendiri. Pastikan tidak ada tepi atau ujung kursi dan meja yang tajam.  Taruh penghalang di pintu masuk dan pintu yang mengarah keluar rumah agar bayi tidak meninggalkan ruangan atau rumah sendirian.