Search This Blog

Loading...

Introduction

Bermula dari dirangkai. Titik demi titik dirangkai menjadi garis. Garis demi garis dirangkai menjadi huruf. Huruf demi huruf dirangkai menjadi kata. Kata demi kata dirangkai menjadi kalimat. Kalimat demi kalimat dirangkai menjadi alinea.

Thursday, March 10, 2011

What Diah Has Copied: Kiprah Ilmuwan Difabel

Oleh Yusuf Assidiq

Keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang berkarya. Hal itu dibuktikan beberapa ilmuwan yang merupakan difabel. Mereka memberi andil bagi tercapainya kemajuan peradaban Islam. Melalui catatan sejarah, dikenal sosok ilmuwan yang difabel bernama Ali bin Ahmed bin Yusuf bin al-Khizr al-Amidi. Ahli hukum dan pakar bahasa asal Suriah itu terlahir dalam kondisi buta. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menimba pengetahuan. Lebih jauh, ia mampu menyumbangkan hal sangat berarti bagi para difabel. Ia menciptkan sistem penulisan bagi tunanetra.

Temuan al-Amidi seperti huruf braille baru ditemukan berabad-abad kemudian di dunia Barat. Dengan metode yang dirintis al-Amidi, mereka yang tunanetra mampu membaca dan menulis secara mudah.

Sosok lainnya adalah Abdur Razzaq bin Humam. Ia mengalami kebutaan seiring dengan usianya yang kian bertambah. Ia adalah ulama besar dan ahli hadis terkemuka pada masanya.

Nama at-Tirmidzi tidak bisa dikesampingkan dari khazanah keilmuan umat Muslim. Ahli hadis masyhur ini adalah murid Imam Bukhari. Ia terlahir di Tirmiz, Uzbekistan. Jejak keilmuannya terekam pada karya fenomenalnya, yakni kitab al-Jami. Pada bidang ilmu hadis, kitab itu termasuk rujukan penting. Di dalamnya berisi sekitar 4.000 kumpulan hadis Rasulullah SAW. Di samping itu, at-Tirmidzi berhasil menetapkan metodologi hadis. Dalam kiprah intelektualnya, tokoh ini mengalami kebutaan hingga meninggal dunia.

Dalam Disabilities: Insights from Across Fields and Around the World, Martha E Banks, Mariah S Gover, dan Catherine A Marshall menyebutkan dua figur berpenga ruh pada masa Turki Usmani yang menderita kecacatan. Mereka adalah seorang pakar hukum Ibnu al-Farfur dan hakim terkemuka Riyadi al-Utrush al-Rumi. _ ed: ferry kisihandi

No comments:

Post a Comment