Search This Blog

Loading...

Introduction

Bermula dari dirangkai. Titik demi titik dirangkai menjadi garis. Garis demi garis dirangkai menjadi huruf. Huruf demi huruf dirangkai menjadi kata. Kata demi kata dirangkai menjadi kalimat. Kalimat demi kalimat dirangkai menjadi alinea.

Wednesday, May 9, 2012

What Diah Has Mini-Researched: Cedera Tulang Belakang Lawan Aktivitas Seksual

Seksualitas merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari aspek kehidupan setiap orang tanpa memandang umur, jenis kelamin kesehatan dan kemampuan fisiknya. Ketika hormon bekerja dengan baik, setiap orang memiliki hasrat melakukan aktivitas seksual alamiah terhadap orang lain yang dinyatakan melalui keintiman fisik dan emosional yang bersifat pribadi. Pelukan, ciuman, rabaan dan hubungan seksual merupakan salah satu bentuk keintiman fisik sedangkan keintiman emosional lebih mengarah pada perasaan yang dihasilkan dari keintiman fisik.

Sama seperti orang lain, penyandang disabilitas juga memiliki hasrat melakukan aktivitas seksual. Namun, disabilitas yang dialaminya sejak lahir, karena sakit atau kecelakaan mengakibatkan aktivitas seksual mereka terhalang atau terganggu. Saat ini, kesadaran akan pentingnya hal-hal terkait seksualitas bagi penyandang disabilitas dan pandangan seksualitas sebagai bagian integral dari pembangunan dan pengalaman setiap orang semakin tinggi.

Pandangan bahwa pengguna kursi roda tidak mungkin melakukan aktivitas seksual tidak sepenuhnya benar. Kursi roda biasanya digunakan oleh penyandang cedera tulang belakang (spinal cord injury) akibat kecelakaan. Cedera tulang belakang (spinal cord injury) digolongkan dalam dua tingkat, yaitu cedera tulang belakang tidak lengkap (incomplete spinal cord injury) di mana penyandang mengalami cedera sebagian tulang belakang dan cedera tulang belakang lengkap (complete spinal cord injury) di mana penyandang kehilangan seluruh fungsi gerak.  Beberapa penyandang cedera tulang belakang tidak lengkap (incomplete spinal cord injury) mampu merasakan tetapi tidak mampu bergerak atau bergerak terbatas. Sebaliknya, yang lain mampu bergerak tetapi tidak mampu merasakan. Hal ini disebabkan jumlah kerusakan serabut saraf setiap penyandang berbeda.

Kenyataannya, penyandang cedera tulang belakang (spinal cord injury) bisa menikmati aktivitas seksual, bahkan bisa mencapai orgasme. Tersedia berbagai pendekatan dan cara yang memungkinkan mereka menikmati kehidupan seksual mendekati normal.

Suami penyandang cedera tulang belakang tidak lengkap (incomplete spinal cord injury) bisa mencapai ereksi refleks, tapi bukan ereksi psikogenik, melalui rangsangan fisik.  Bagi mereka, membayangkan dan melihat hal-hal seksual dan erotis tidak berhasil membangkitkan ereksi. Dalam beberapa kasus, cedera tulang belakang juga bisa mengakibatkan disfungsi ereksi. Pemeriksaan fisik secara menyeluruh harus dilakukan oleh dokter spesialis untuk mengatasinya.

Istri penyandang cedera tulang belakang tidak lengkap (incomplete spinal cord injury) pada umumnya mampu mengeluarkan cairan pelumas vagina dan menikmati aktivitas seksual di kursi roda. Tetapi, istri penyandang cedera tulang belakang lengkap (complete spinal cord injury) yang mengalami cedera di antara ruas tulang belakang kesepuluh dan kedua belas biasanya tidak mengeluarkan cairan pelumas vagina baik psikogenik maupun refleks sehingga aktivitas seksual dapat menyebabkan lecet dan pendarahan. Pelumas seks seperti K-Y Jelly bisa membantu mencapai penetrasi seksual dan meningkatkan kenikmatan aktivitas seksual di kursi roda.

Setelah cedera tulang belakang, posisi seksual berubah karena aktivitas seksual lebih sulit dilakukan di tempat tidur. Penyandang paraplegia akibat cedera tulang belakang kehilangan fungsi kaki untuk menopang dan pinggul untuk mendorong sehingga bergantung pada kekuatan tubuh bagian atas dalam melakukan aktivitas seksual. Oleh karena itu, beberapa posisi seksual lebih mudah dilakukan dengan menggunakan kursi roda. Kini kursi roda modern memudahkan penggunanya melepas lengan kursi, memutar pelat kaki, melipat sandaran kursi dan mengunci rem sehingga aktivitas seksual di kursi roda lebih mudah dilakukan.

Berbagai Posisi Aktivitas Seksual di Kursi Roda
Dalam melakukan aktivitas seksual, yang paling utama adalah anda harus merasa nyaman dengan kondisi anda sendiri dan menerima diri anda sendiri. Juga, berkomunikasi dan mengeksplorasi berbagai aktivitas dan posisi seksual dengan suami/istri anda akan membantu anda mencapai kepuasan satu sama lain. Dan harus diingat pula, selain aktivitas seksual, masih banyak hal lain yang mempererat jalinan cinta antara suami dan istri. Anda harus mempertahankan hubungan ini dengan berbagai cara agar pernikahan anda langgeng.