Search This Blog

Loading...

Introduction

Bermula dari dirangkai. Titik demi titik dirangkai menjadi garis. Garis demi garis dirangkai menjadi huruf. Huruf demi huruf dirangkai menjadi kata. Kata demi kata dirangkai menjadi kalimat. Kalimat demi kalimat dirangkai menjadi alinea.

Saturday, January 11, 2014

What Diah Has Mini-Researched: Tips Menghindari Kejahatan Buat Penyandang Disabilitas


defenseability.com
Setiap orang, tidak terkecuali penyandang disabilitas, rentan mendapatkan serangan tak terduga dari orang tak dikenal. Jika sedang beruntung, kita bisa menghindarinya. Bagi penyandang disabilitas, kemungkinan untuk lolos dari aksi kejahatan sangat kecil sehingga cara mempertahankan keselamatan pribadi dan membela diri amat penting untuk dipelajari. Berikut tips-tips agar terhindar dari aksi kejahatan buat penyandang disabilitas:

1. Sebelum melakukan perjalanan, susun rencana perjalanan yang akan ditempuh, baik transportasi maupun rute. Agar tidak menyasar, cari tahu alamat tempat atau lokasi yang akan dituju secara jelas.  Hindari daerah-daerah rawan kejahatan yang tidak aman untuk dilewati. Sebaiknya, ketahui juga jam-jam kemacetan di jalan raya, khususnya di kota-kota besar, agar tidak terlalu menyusahkan.
2.  Simpan nomor telepon polisi dan kerabat terdekat yang bisa segera dihubungi di ponsel Anda.  Buat rencana mengenai apa yang harus dilakukan jika terjadi hal-hal yang tidak inginkan. Jangan merasa malu atau sungkan untuk meminta pertolongan dari orang lain.
3. Tunjukkan sikap percaya diri untuk menghindari perhatian penjahat di tempat umum. Mantapkan bahasa tubuh dan sikap Anda tanpa rasa takut. Berjalanlah seolah-olah Anda tahu tempat yang dituju.
4.  Daripada menatap seseorang dengan tidak sopan atau acuh tah acuh, lebih baik melirik sebentar ke arah orang tersebut dan lanjutkan perjalanan. Bahkan jika Anda seorang tuna netra, Anda masih bisa menoleh ke arahnya agar mereka memahami bahwa Anda berada di sekitar mereka. 

dafr.org

5.   Atur ruang di sekitar Anda sehingga penjahat tidak memiliki kesempatan untuk mendekat. Jika Anda sudah terpojok, segera menjauh dari orang yang sekiranya akan mengancam jiwa atau harta Anda. Pergi ke tempat lebih aman dengan tenang. Jika orang tersebut bersikap kasar, memberikan Anda sesuatu atau menyuruh Anda mendekat, Anda bisa bersikap biasa saja, seperti tersenyum, melambai dan megucapkan ”hai” atau ”tidak, terima kasih” atau ”maaf, tidak usah.”
6.  Jika seseorang menghadang dan Anda tidak bisa pergi begitu saja, kuasai keadaaan dengan membuat batasan. Angkat tangan Anda ke depan secara terbuka seperti sedang menolak atau mengelak. Katakan pada orang tersebut dengan sopan dan tegas apa yang Anda inginkan. Jika orang tersebut bertambah kasar, yakinkan pada diri sendiri bahwa Anda bukan korban yang mudah terperdaya. Kata-kata“hentikan” atau “pergilah” atau “menjauhlah” bisa efektif sepanjang Anda terlihat dan bersuara dengan sungguh-sungguh. Pastikan suara Anda tenang, tegas dan lantang serta bahasa tubuh Anda netral dan kukuh.
7.  Pelajari teknik bela diri dengan memanfaatkan tubuh, suara dan alat bantu Anda seperti kursi roda dan tongkat. Sebelum menguasai teknik ini, Anda harus beradaptasi dengan disabilitas yang dimiliki. Teknik bela diri biasanya berfokus pada titik-titik bagian tubuh tertentu yang memperlemah seseorang, jika dipukul. Dibutuhkan banyak usaha dan tenaga serta kesabaran tinggi dalam mempelajari berbagai teknik karena disabilitas menghalangi kemampuan Anda menguasai teknik bela diri secara cepat. Mempelajari teknik bela diri bukan keharusan, Anda bisa menggunakan semprotan merica atau alat kejut listrik seperti stun gun dan taser yang dijual di toko-toko online untuk melindungi diri.

Perlu diingat, masyarakat kita masih sering menyalahkan korban, dibandingkan pelaku dengan berbagai alasan. Mintalah pertolongan dari orang terpercaya dalam mengatasi trauma. Camkan pada diri sendiri bahwa pengalaman diserang oleh penjahat bukanlah kesalahan Anda. Anda berhak dan bertanggung jawab melindungi diri sendiri serta bersikeras meminta pertolongan dan dukungan setelah mengalaminya.